PANGANDARAN — 06/09/2026 Besarnya potensi laut Indonesia dinilai harus diimbangi dengan tata kelola yang bertanggung jawab. Pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang hanya berorientasi pada peningkatan produksi dinilai berisiko mengancam keberlanjutan ekosistem laut dan kehidupan masyarakat pesisir.
Ketua Koral AUP Jakarta, Jeje Wiradinata, menekankan pentingnya menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai pijakan utama dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Jeje dalam momentum Dies Natalis ke-64 Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Minggu (6/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Jeje, tema Dies Natalis tahun ini, “Green Campus, Blue Food, Sustainable Fisheries”, bukan sekadar slogan. Tema tersebut harus diterjemahkan ke dalam langkah nyata dalam menjaga sumber daya laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tema ini mudah diucapkan, tetapi tentu perlu semangat untuk melaksanakannya,” ujar Jeje Wiradinata, Minggu (6/9/2026).»
Eksploitasi Sumber Daya Laut Jadi Perhatian
Jeje menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya perikanan, mulai dari eksploitasi berlebihan, penangkapan ikan yang tidak terkendali, hingga praktik budidaya yang kurang memperhatikan aspek lingkungan.
Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata karena dapat berdampak terhadap keberlangsungan sumber daya perikanan dalam jangka panjang.
“Kita tahu eksploitasi perikanan, penangkapan yang berlebihan, budidaya yang tidak mengindahkan lingkungan, tentu kita rasakan seperti ini sekarang,” katanya.»
Indonesia, lanjut Jeje, memiliki modal besar berupa wilayah laut yang luas dan garis pantai yang panjang. Potensi tersebut seharusnya dikelola secara bijak agar mampu menjadi sumber kekuatan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, prinsip perikanan berkelanjutan menurutnya harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam setiap kebijakan kelautan dan perikanan.
“Dengan tema ini, maka keberlangsungan menjadi titik perhatian kita semua,” ucapnya.»
Politeknik AUP Didorong Cetak SDM Kelautan Berkualitas
Selain persoalan pengelolaan sumber daya, Jeje berharap Politeknik AUP terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang kelautan dan perikanan.
Menurutnya, tantangan sektor perikanan ke depan membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Jeje juga menegaskan bahwa pembangunan perikanan Indonesia tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan alumni menjadi faktor penting untuk membangun sektor perikanan yang lebih maju.
“Saya yakin dengan kebersamaan jajaran pemerintah, pimpinan Politeknik AUP dan seluruh alumni, kita bersama-sama bisa membangun perikanan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan,” tutur Jeje.»
Laut Disebut Sebagai Sumber Kehidupan
Dalam kesempatan tersebut, Jeje atas nama keluarga besar alumni Politeknik AUP turut menyampaikan selamat atas peringatan Dies Natalis ke-64 Politeknik AUP.
Ia berharap Politeknik AUP semakin kuat menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan generasi unggul untuk mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan nasional.
Jeje menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa laut bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.
«“Laut adalah sumber kehidupan. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mengelolanya agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.»
Sysfarras











