PANGANDARAN 26/9/2026— Kabar membanggakan datang dari Desa Wisata Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. DTW Santirah, destinasi wisata river tubing yang dikenal dengan keindahan alamnya, bakal menjadi lokasi kegiatan syuting film pada awal Oktober 2026.
Untuk mendukung kelancaran proses produksi, DTW Santirah akan ditutup sementara secara total bagi wisatawan pada 4–5 Oktober 2026.
Penutupan tersebut dilakukan bukan karena adanya persoalan pada destinasi wisata, melainkan sebagai langkah untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan selama proses produksi film berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Selasari, Udin Tugaswara, A. Md (Ugas), mengatakan terpilihnya DTW Santirah sebagai lokasi syuting menjadi kabar positif bagi Desa Wisata Selasari. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan potensi wisata alam Selasari mulai mendapat perhatian lebih luas, termasuk dari industri perfilman.
“Ini tentu menjadi kabar baik bagi Desa Wisata Selasari. Santirah mendapat perhatian dari industri film. Kita berharap kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata Selasari lebih luas,” ujar Ugas, Sabtu (26/9/2026).
Ia menambahkan, seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pengelola hingga pelaku usaha wisata, diharapkan dapat mendukung proses produksi dengan tetap mengutamakan ketertiban dan keamanan.
Penutupan sementara juga dilakukan untuk menghindari adanya aktivitas wisatawan yang berpotensi mengganggu proses pengambilan gambar. Di sisi lain, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan wisatawan, kru film, pemandu, pelaku usaha maupun masyarakat di sekitar kawasan DTW Santirah.
Pengelola mengimbau wisatawan, pemandu wisata, agen perjalanan, pengelola homestay serta pelaku usaha pariwisata yang telah memiliki agenda kunjungan pada 4–5 Oktober 2026 agar menyesuaikan kembali jadwal kunjungannya.
DTW Santirah akan kembali dibuka setelah seluruh rangkaian kegiatan syuting selesai dan kawasan destinasi dinyatakan aman serta siap kembali menerima wisatawan.
Terpilihnya Santirah sebagai lokasi syuting juga menjadi momentum strategis bagi Desa Wisata Selasari dan pariwisata Pangandaran. Selama ini, Santirah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan aktivitas river tubing dengan karakter sungai, panorama alam serta suasana pedesaan yang masih asri.
Masuknya kawasan Santirah ke dalam kegiatan produksi film diharapkan dapat menjadi promosi tidak langsung bagi destinasi wisata tersebut. Jika tayangan film nantinya menjangkau masyarakat luas, wajah alam Santirah berpeluang semakin dikenal dan mendorong rasa penasaran wisatawan untuk berkunjung.
Bagi Desa Wisata Selasari, momentum ini bukan sekadar penutupan destinasi selama dua hari. Lebih dari itu, perhatian industri kreatif terhadap Santirah menjadi sinyal bahwa potensi wisata alam Pangandaran memiliki daya tarik untuk tampil di ruang yang lebih luas, termasuk melalui industri perfilman nasional.
Sysfarras











