MEDIA CAHAYA NUSANTARA.COM- CILACAP 4/9/2026 – Atlet cabang olahraga tenis meja asal Cilacap, Jawa Tengah nomor sekolah dasar (SD) berhasil menyumbangkan medali emas di ganda putra SD, disusul medali perak di ganda putri SD saat berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah (Jateng) 2026.
Hasanuddin, Ketua Pengkab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cilacap mengaku bangga atas prestasi yang diraih tersebut.
Ini prestasi yang cukup membanggakan, alhamdulillah,” ujar Hasanuddin yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan, dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Cilacap saat ditemui, Jumat (4/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain nomor sekolah dasar (SD), adapun atlet nomor sekolah sekolah menengah pertama (SMP) juga menyumbangkan medali perak.
Hari ini pelaksanaan final, ganda putra kita melawan Kudus berhasil mendapat medali perak. Jadi kita dapat satu medali emas dan dua medali perak,” kata Hasanuddin.
Kendati atlet cabor tenis meja telah berhasil menyumbang 3 medali, masih terdapat atlet nomor sekolah menengah keatas (SMA) yang siap menyumbangkan medali untuk Kabupaten Cilacap.
Untuk nomor SMA belum (bertanding), dan harapan kita mudah-mudahan dapat meraih medali emas. Total atlet seluruhnya yang kita turunkan ada 14 orang atlet,” tutur Hasanuddin.
Diharapkan melalui prestasi yang berhasil ditorehkan tersebut, Pemda melalui KONI setempat agar lebih memperhatikan atlet, khususnya tenis meja.
Harapan kami terkait hal ini ada perhatian dari pemerintah daerah melalui KONI agar para atlet ini betul-betul dibantu terkait pendanaan,” ungkap Hasanuddin.
Hasanuddin mengaku terkendala dalam hal anggaran bilamana terdapat pengiriman try out maupun setiap kegiatan pembinaan para atlet, terlebih bilamana harus mandiri tanpa adanya bantuan dari KONI.
Kita mau kirim atlet mau try out misalnya, ikut turnamen kan perlu anggaran untuk biaya transportasi, apalagi kalau jauh, itu harus menginap, belum makan dan lain sebagainya,” bebernya.
Di lain hal, kegiatan latih tanding para atlet diungkap Hasanuddin sangat diperlukan. Namun demikian, juga membutuhkan anggaran yang memadai.
Alet kalau tanpa latih tanding itu tidak akan berkembang ya kalau hanya latihan-latihan tapi tidak ditandingkan,” ujar Hasanuddin.
“Itu kalau tidak ada anggaran kan juga sulit kalau hanya mandiri terus, sementara KONI menuntut kita agar meraih medali,” pungkasnya.
Adi Mulyono











