CILACAP (28 September 2026) — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Hutan Payau Tritih. Terletak di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, kawasan ini merupakan satu-satunya destinasi wisata alam berbasis ekosistem mangrove milik KPH Banyumas Barat yang berada di administratif Kabupaten Cilacap.
Langkah pengamanan ini ditindaklanjuti secara tegas sesuai arahan Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., melalui Wakil Administratur/KSKPH Banyumas Barat, Ari Kurniawan. Manajemen menginstruksikan kepada Asper BKPH Rawa Timur, Kusnadi, beserta seluruh jajaran petugas lapangan untuk memastikan kondusivitas area wisata secara berkelanjutan.
Administratur KPH Banyumas Barat melalui Wakil Administratur, Ari Kurniawan, menegaskan bahwa penerapan Sapta Pesona—khususnya rasa aman dan nyaman—merupakan syarat mutlak dalam pengelolaan destinasi pariwisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Petugas di lapangan kami minta untuk tidak bekerja sendiri, melainkan selalu menggandeng seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang ada. Sinergi ini penting untuk menjamin para pengunjung merasa aman dan nyaman selama berada di kawasan wisata,” ujar Ari.
Dalam pelaksanaannya, Perhutani BKPH Rawa Timur menjalin koordinasi dan kolaborasi intensif dengan jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, serta elemen pengamanan swakarsa dan masyarakat sekitar. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menghadirkan tata kelola wisata yang tertib, ramah lingkungan, dan profesional.
Melalui sinergi lintas sektor yang kuat, Perhutani optimistis Wisata Hutan Payau Tritih tidak hanya menjadi pilihan utama rekreasi edukatif bagi masyarakat Cilacap dan sekitarnya, tetapi juga mampu tumbuh sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan (sustainable ecotourism).
Red.











