:BANYUMAS BARAT, PERHUTANI — Memasuki awal September 2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus bergerak cepat memacu target produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), khususnya pada sektor sadapan getah pinus. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketercapaian target pencapaian tahunan serta menjaga kualitas mutu hasil panen di lapangan.
Sebagai bentuk komitmen dan kesungguhan manajemen, Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., menginstruksikan Kepala Seksi (Kasi) Produksi dan Ekowisata, Bambang, untuk turun langsung meninjau operasional di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sidareja. Didampingi Asisten Perhutani (Asper) Sidareja, Sukirto, tim manajemen melakukan pengecekan langsung di Tempat Penampungan (TP) Sempayak.
Pengawasan ketat ini diterapkan secara masif di seluruh Satuan Kerja (Satker) penghasil getah pinus. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aktivitas penyadapan di petak hutan hingga Tempat Penampungan Getah (TPG) yang menjadi kantong penerimaan utama di lapangan. Sebelum disetor ke Pabrik Getah Pinus dan Terpentin (PGT), setiap hasil sadapan wajib ditimbang dan diperiksa mutu serta kualitasnya oleh petugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Administratur KPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., menyampaikan harapannya agar seluruh jajaran KPH Banyumas Barat mampu menyajikan kinerja terbaik bagi perusahaan. Beliau juga mengimbau kepada seluruh jajaran Rimbawan untuk senantiasa menjaga profesionalisme demi membawa nama baik KPH Banyumas Barat maupun Perhutani secara umum.
“Dengan kerja keras dan kebersamaan, KPH Banyumas Barat optimistis dapat memberikan kontribusi terbaik. Bersama Yakin Bisa, Divre Jateng yang Terbaik,” pungkasnya.
Red.











