Cilacap Selasa (8/9/2026). Mengusung tema “Menebar Empati dan Memperkuat Silaturahmi,” kegiatan ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang memadati lokasi acara sejak pagi hari.
Acara menghadirkan penceramah kondang asal Donan, Cilacap, KH. Muslihun Ashari. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal kepedulian sosial dan menjaga kerukunan antar sesama.
Poin Utama Tausiyah KH. Muslihun Ashari
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keteladanan Empati Rasulullah SAW
Jamaah diajak untuk mencontoh kelembutan hati dan kepekaan sosial Nabi Muhammad SAW. Meneladani beliau berarti mau peduli, membantu tetangga yang membutuhkan, serta meringankan beban sesama tanpa membeda-bedakan.
Silaturahmi sebagai Perekat Ummat
Silaturahmi bukan sebatas tatap muka, melainkan upaya menyambung tali kasih sayang dan memperkuat persaudaraan. Dalam wadah Thoriqoh Syadziliyah, kebersamaan dan kekompakan jamaah menjadi kunci terciptanya lingkungan masyarakat yang harmonis dan penuh berkah.
Mujahadah untuk Ketenangan Jiwa
Melalui rangkaian zikir, doa bersama, dan pengajian, majelis ini diharapkan menjadi sarana pembersihan hati sehingga jamaah pulang membawa kedamaian dan semangat baru dalam menebar kebaikan.
Aksi Nyata Empati: Santunan Anak Yatim dan Manula
Sebagai wujud implementasi dari tema acara, usai penyampaian tausiyah kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu dan warga lansia (manula) di sekitar wilayah Sidamulya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh pengurus majelis bersama KH. Muslihun Ashari.
Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai penyerahan santunan tersebut. Pembagian paket bantuan dan tali asih ini menjadi bukti nyata komitmen Majelis Ta’lim Mujahadah Thoriqoh Syadziliyah dalam menebar manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat, zikir mujahadah, hingga aksi sosial ini berlangsung dengan khidmat dan tertib. Seluruh kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Sidamulya. (Untung purwadi)











