Ketua DPRD Pangandaran Minta Persiapan Jembatan Pongpet Dimulai Sekarang, Ditargetkan Dibangun 2027

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN — 04/08/2026 Rencana pembangunan kembali Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Mergajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mulai memasuki tahap persiapan. Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin meminta pemerintah daerah tidak menunggu hingga proyek dimulai pada 2027 untuk menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung pembangunan.

 

Dorongan tersebut disampaikan Asep setelah turun langsung meninjau lokasi Jembatan Pongpet bersama sejumlah anggota Komisi III DPRD Pangandaran, yakni H. Adang dan Supratman, S.IP.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peninjauan itu dilakukan menyusul insiden Jembatan Gantung Pongpet yang mengalami kerusakan saat proses peresmian pada Minggu lalu. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena jembatan merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat di kawasan Margacinta dan sekitarnya.

Asep menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atas respons terhadap kondisi Jembatan Pongpet serta rencana penanganan pembangunan kembali akses tersebut.

“Atas nama Kabupaten Pangandaran, kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat dari Gubernur Jawa Barat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di Kabupaten Pangandaran,” ujar Asep.

Jembatan Pongpet Diharapkan Bisa Dilalui Kendaraan Roda Empat

Menurut Asep, pembangunan Jembatan Pongpet harus dirancang tidak sekadar untuk memulihkan akses masyarakat. Jika nantinya konstruksi memungkinkan dilalui kendaraan roda empat, jembatan tersebut dinilai dapat menjadi infrastruktur strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Cijulang.

Ia berharap desain pembangunan nantinya mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang direncanakan oleh Gubernur Jawa Barat sukses tercapai. Nantinya jembatan ini tidak hanya dilalui kendaraan roda dua, tetapi juga bisa dilewati roda empat,” katanya.

Dengan akses kendaraan roda empat, menurut Asep, mobilitas masyarakat maupun wisatawan menuju kawasan tersebut akan semakin terbuka.

Terlebih, kawasan sekitar Jembatan Pongpet memiliki sejumlah potensi wisata dan budaya yang dapat dikembangkan. Salah satunya Kampung Badud yang memiliki kekhasan tradisi masyarakat di wilayah Margacinta, Cibunian dan sekitarnya.

Potensi wisata berbasis aktivitas alam seperti body rafting juga dinilai dapat berkembang apabila akses menuju kawasan semakin baik.

“Saya optimistis dan yakin, kalau roda empat bisa masuk, insya Allah ini akan menjadi jembatan ekonomi masyarakat. Potensi wisata di sini juga bisa berkembang dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Administratur KPH Banyumas Barat Pimpin Langsung Patroli Gabungan Dini Hari di Tiga BKPH

Pemkab Pangandaran Diminta Segera Siapkan Infrastruktur Pendukung

Asep menegaskan, apabila pembangunan Jembatan Pongpet direncanakan mulai 2027, maka berbagai persiapan harus dilakukan sejak sekarang.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menjadikan rencana pembangunan tersebut sebagai momentum untuk menyiapkan seluruh aspek teknis dan administratif agar pelaksanaan proyek tidak terkendala ketika pembangunan dimulai.

Beberapa hal yang dinilai perlu segera dipersiapkan antara lain pelebaran jalan, kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), badan jalan, hingga pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).

“Yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, rencananya akan dimulai tahun 2027. Maka dari itu saya mengajak pemerintah daerah untuk menangkap sinyal tersebut. Apa yang harus dilakukan mulai dari pelebaran jalan, Andalalin seperti apa, kemudian persiapan teknis pembuatan jembatan,” jelas Asep.

Ia menilai pembangunan jembatan tidak dapat dipisahkan dari kesiapan infrastruktur yang berada di kedua sisi akses.

Karena itu, badan jalan, TPT, akses menuju lokasi, serta infrastruktur pendukung lainnya perlu dirancang secara terintegrasi.

Kondisi Tanah dan Bebatuan Harus Dikaji

Selain persoalan akses, Asep juga meminta aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan Jembatan Pongpet.

Sebelum konstruksi dimulai, kondisi tanah dan struktur bebatuan di sekitar lokasi harus melalui pengujian serta kajian teknis. Hal tersebut penting untuk menentukan desain dan konstruksi jembatan yang sesuai dengan karakteristik medan.

“Secara prinsip harus dilakukan uji kelayakan terlebih dahulu terhadap kondisi tanah dan bebatuan. Saya kira ini menjadi rujukan untuk pembangunan tahun 2027,” tegasnya.

Asep berharap seluruh proses perencanaan dilakukan secara matang dan tidak terburu-buru, sehingga jembatan yang nantinya dibangun benar-benar mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Ia kembali menekankan agar persiapan tidak dilakukan ketika proyek sudah dimulai.

“Pemerintah daerah harus mempersiapkan semuanya, termasuk badan jalan, TPT dan sebagainya. Jadi ketika pembangunan jembatan dilaksanakan, seluruh infrastrukturnya sudah siap,” pungkasnya

 

Sysfarras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebut Korupsi di Bogor Berakar Sistematis, Prof. Sutan Nasomal Minta KPK Jangan Basa-Basi
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Datangi Imigrasi Depok, disambut langsung Kakanim Depok*
Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Penggelapan Jual Beli Mobil, Korban Rugi Rp115 Juta
Lubang Perbaikan Jalan di Jalinsum Way Kanan Telan 10 Korban, Warga Tuntut Tindakan Cepat
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Seorang Saksi Terkait Perkara Tata Kelola MBG di BGN  
Polresta Banyumas Gagalkan Pencurian Kabel BTS Di Purwokerto, Dua Orang Diamankan
Panitia pilkades sidamulya tetapkan dpt sebanyak 3.514 pemilih terbagi menjadi 3 tps
Plang Larangan Merokok di Pangandaran Ramai Disorot, Dinkes Buka Suara: Bukan Sekadar Ancaman Sanksi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:42 WIB

Sebut Korupsi di Bogor Berakar Sistematis, Prof. Sutan Nasomal Minta KPK Jangan Basa-Basi

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Datangi Imigrasi Depok, disambut langsung Kakanim Depok*

Sabtu, 26 September 2026 - 06:13 WIB

Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Penggelapan Jual Beli Mobil, Korban Rugi Rp115 Juta

Sabtu, 26 September 2026 - 02:45 WIB

Lubang Perbaikan Jalan di Jalinsum Way Kanan Telan 10 Korban, Warga Tuntut Tindakan Cepat

Sabtu, 26 September 2026 - 01:53 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Seorang Saksi Terkait Perkara Tata Kelola MBG di BGN  

Berita Terbaru