The Fed Kembali Tahan Suku Bunga, INDODAX Sebut Kepastian Kebijakan Dorong Sentimen Pasar

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 31 Juli 2026 — Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%–3,75% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026. Keputusan ini menjadi yang kelima secara berturut-turut dan telah sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar. Meski demikian, hasil pemungutan suara yang terbelah 9 berbanding 3 menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan di internal bank sentral Amerika Serikat mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Respons pasar terhadap keputusan tersebut relatif terbatas. Bitcoin cenderung bertahan setelah hasil FOMC diumumkan, mencerminkan bahwa keputusan The Fed telah sesuai dengan ekspektasi pasar. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan data ekonomi yang akan menjadi acuan arah kebijakan moneter berikutnya.

Merespons hal tersebut, Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan bahwa pasar saat ini tidak hanya memperhatikan keputusan suku bunga yang bertahan, tetapi juga mencermati keseluruhan pesan yang disampaikan bank sentral, termasuk pandangan para pembuat kebijakan terhadap prospek ekonomi ke depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi pasar, yang terpenting bukan hanya apakah suku bunga dinaikkan atau dipertahankan, tetapi juga seberapa besar kepastian yang diberikan terhadap arah kebijakan berikutnya. Ketika hasil FOMC sesuai dengan ekspektasi, ruang bagi volatilitas akibat kejutan kebijakan cenderung berkurang, sehingga ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terbentuk dari kombinasi berbagai faktor, bukan hanya satu indikator saja,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan suku bunga The Fed memiliki pengaruh yang luas terhadap pasar keuangan global karena memengaruhi likuiditas, biaya pendanaan, serta preferensi investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Oleh karena itu, setiap perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat umumnya turut memengaruhi pergerakan berbagai kelas aset, termasuk pergerakan Bitcoin.

Baca Juga:  Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa

“Keputusan The Fed sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar. Namun, pergerakan pasar tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Karena itu, investor sebaiknya tetap disiplin menjalankan strategi investasinya dan tidak terpaku pada fluktuasi harga dalam jangka pendek, tetapi tetap disiplin menjalankan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risikonya,” tambahnya.

Dalam menghadapi kondisi pasar yang masih dinamis, investor juga dapat mempertimbangkan pendekatan investasi yang lebih teratur, seperti Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu berinvestasi rutin secara berkala dengan nominal yang tetap. Strategi ini membantu mengurangi risiko melakukan pembelian pada satu titik harga tertentu (market timing) dan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam meredam volatilitas pasar dalam jangka panjang.

“Melihat kondisi pasar saat ini, DCA dapat menjadi salah satu strategi yang relevan karena membantu investor berinvestasi secara bertahap di tengah volatilitas. Namun, apa pun strategi yang dipilih, investor tetap perlu Do Your Own Research (DYOR) agar keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang memadai,” tutupnya.

Sebagai licensed crypto exchange Indonesia, INDODAX terus berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Di tengah dinamika pasar global, INDODAX juga terus mendorong peningkatan literasi masyarakat agar memahami risiko investasi, menerapkan DYOR, serta membangun strategi investasi yang disiplin sesuai profil risiko masing-masing.(Red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di duga pungutan 10 Ribu per siswa di SDN 2 Pejagoan dikeluhkan beberapa wali murid
Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Di duga pungutan 10 Ribu per siswa di SDN 2 Pejagoan dikeluhkan beberapa wali murid

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB