Optimalkan Saluran Irigasi Desa, Pelaksanaan P3-TGAI Berbasis Swakelola Diharapkan Naikkan Frekuensi Panen

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap 23/72026— Pelaksanaan kegiatan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terus menunjukkan kemajuan positif.

Berdasarkan hasil peninjauan teknis di lapangan, pengerjaan konstruksi saluran irigasi yang dilaksanakan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dipastikan telah sesuai dengan standar kualifikasi dan rencana teknis yang ditetapkan. Kamais 23/07/2026.

Program P3-TGAI ini dilaksanakan menggunakan skema Swakelola Tipe IV, di mana seluruh tahapan—mulai dari perencanaan, pengerjaan fisik, hingga pengawasan—dilakukan secara mandiri oleh tim internal dari masyarakat petani (P3A) dengan pendampingan langsung oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI, Basuki, menyatakan bahwa evaluasi teknis dari tahap awal pengukuran hingga pemasangan bowplank menunjukkan kesesuaian yang presisi dengan gambar rencana.

“Sejauh ini pengerjaan berjalan sangat baik. Karena ini program Swakelola Tipe IV, teman-teman P3A memiliki tim perencanaan, tim pelaksana, dan tim pengawas sendiri. Dari awal saya melakukan pengukuran awal sampai pamasangan bowplank, semuanya sudah sesuai,” ujar Pak Basuki.

Spesifikasi Teknis & Volume Konstruksi
Pembangunan saluran irigasi ini menggunakan model saluran Tipe-U dengan rincian teknis sebagai berikut:

Model Konstruksi: Saluran U (Pasangan Batu)

Ketebalan Dinding: 30 cm
Ketinggian Dinding: 40 cm
Lebar Dasar Saluran: 40 cm
Komposisi Campuran: 1 : 4 (Pasangan batu) & 1 : 3 (Plesteran)
Target Panjang Saluran: 261 Meter (berpotensi melebihi target jika kondisi lapangan memungkinkan)
Basuki menambahkan, kondisi cuaca yang mendukung (tidak terhalang hujan) sangat membantu kelancaran pengerjaan fisik, sehingga volume pekerjaan diharapkan dapat tercapai 100% bahkan melampaui target.

Penekanan Kualitas & Dampak Ekonomi Bagi Petani

Selain ketepatan dimensi, aspek elevasi (kemiringan saluran) dari hulu ke hilir menjadi poin krusial yang terus diawasi agar aliran air berfungsi dengan optimal dan tidak menggenang.

Baca Juga:  Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap pemilik SPPG MBG bila terjadi keracunan.

“Harapan kami, teman-teman P3A dapat terus menjaga kualitas pekerjaan, dimensi, dan terutamanya elevasi. Elevasi harus diperhatikan betul dari hulu sampai hilir agar fungsi aliran air benar-benar lancar,” jelasnya.

Dengan terbangunnya saluran irigasi yang permanen dan terstruktur ini, diharapkan ketersediaan air untuk lahan pertanian warga menjadi lebih terjamin.

“Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan ini, penghasilan masyarakat petani bisa meningkat. Yang mungkin saat ini baru bisa panen 2 kali dalam satu tahun, ke depan mudah-mudahan bisa ditingkatkan sampai 3 kali panen dalam setahun,” tutup Basuki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebut Korupsi di Bogor Berakar Sistematis, Prof. Sutan Nasomal Minta KPK Jangan Basa-Basi
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Datangi Imigrasi Depok, disambut langsung Kakanim Depok*
Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Penggelapan Jual Beli Mobil, Korban Rugi Rp115 Juta
Lubang Perbaikan Jalan di Jalinsum Way Kanan Telan 10 Korban, Warga Tuntut Tindakan Cepat
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Seorang Saksi Terkait Perkara Tata Kelola MBG di BGN  
Polresta Banyumas Gagalkan Pencurian Kabel BTS Di Purwokerto, Dua Orang Diamankan
Panitia pilkades sidamulya tetapkan dpt sebanyak 3.514 pemilih terbagi menjadi 3 tps
Plang Larangan Merokok di Pangandaran Ramai Disorot, Dinkes Buka Suara: Bukan Sekadar Ancaman Sanksi
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:42 WIB

Sebut Korupsi di Bogor Berakar Sistematis, Prof. Sutan Nasomal Minta KPK Jangan Basa-Basi

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Datangi Imigrasi Depok, disambut langsung Kakanim Depok*

Sabtu, 26 September 2026 - 06:13 WIB

Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Penggelapan Jual Beli Mobil, Korban Rugi Rp115 Juta

Sabtu, 26 September 2026 - 02:45 WIB

Lubang Perbaikan Jalan di Jalinsum Way Kanan Telan 10 Korban, Warga Tuntut Tindakan Cepat

Sabtu, 26 September 2026 - 01:53 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Seorang Saksi Terkait Perkara Tata Kelola MBG di BGN  

Berita Terbaru