PANGANDARAN*18/10/2026 – Krisis air bersih di Kecamatan Cimerak kian memprihatinkan. Di tengah kekeringan ekstrem yang melanda hampir 11 desa, distribusi bantuan air bersih disebut hanya tiga tangki per hari. Kondisi ini memantik kritik keras anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Elon Ruslan.
Elon mempertanyakan keseriusan Pemkab Pangandaran dalam menangani kebutuhan dasar warga, terutama terkait kecukupan anggaran operasional distribusi air.
“Yang jadi masalah, pengiriman air bersih terbatas hanya tiga tangki per hari. Kalau masyarakat membutuhkan air bersih lagi, mereka harus membayar minimal Rp150.000 per tangki,” ungkap Elon, Minggu (18/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Anggaran Rp250 Ribu per Tangki Dipertanyakan*
Elon mengungkapkan, berdasarkan konfirmasi yang ia lakukan, anggaran operasional distribusi air bersih hanya Rp250.000 per tangki per hari.
Ia menilai angka tersebut tidak realistis jika dihitung dengan kebutuhan BBM dan jarak tempuh.
“Kalau harga Dexlite Rp23.700 per liter, anggaran Rp250 ribu itu cuma dapat sekitar 10,5 liter. Sementara jarak tempuh dari sumber air ke lokasi distribusi rata-rata 15 kilometer. Harus ada perhitungan yang realistis,” tegasnya.
Ia mendorong Pemkab membuka data secara transparan: berapa armada yang dikerahkan, kapasitas tangki, frekuensi pengiriman, dan berapa warga yang sudah terlayani.
*Tagana Berjibaku, Dukungan Disorot*
Elon juga menyoroti nasib petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang berjibaku menyalurkan air di lapangan.
Kasihan teman-teman Tagana di lapangan yang sudah berjibaku membantu warga. Mereka bekerja untuk masyarakat, tetapi keberpihakan anggaran dari Pemda justru jauh dari cukup,” ujarnya.
Keterbatasan dukungan operasional, menurutnya, berpotensi menghambat penyaluran bantuan yang sifatnya tidak bisa ditunda.
*Sebelas Desa Terdampak*
Kecamatan Cimerak memiliki 11 desa. Elon menyebut hampir seluruh desa mengalami kekeringan ekstrem. Jika distribusi hanya tiga tangki per hari, pemerintah perlu menjelaskan skema pembagian dan langkah lanjutan bagi warga yang belum terlayani.
*Sorotan Prioritas Anggaran Milangkala*
Kritik Elon semakin tajam saat mengaitkannya dengan penyelenggaraan Milangkala Hari Jadi ke-14 Kabupaten Pangandaran yang berlangsung meriah.
“Kami menyayangkan koordinasi Pemda yang tidak beres. Ini yang kemarin-kemarin DPRD kritik terkait penyelenggaraan milangkala yang hura-hura dan menghamburkan uang yang tidak sedikit. Terbukti sekarang, di sisi lain Bupati joget-joget, tetapi di sisi lain masyarakat Cimerak kekurangan air bersih,” tandas Elon.
Namun, perbandingan anggaran Milangkala dan penanganan kekeringan tetap membutuhkan data resmi agar penilaian proporsi belanja dapat dilakukan secara objektif.
*Pemkab Belum Beri Tanggapan*
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Pangandaran terkait kritik tersebut maupun penjelasan rinci soal perhitungan anggaran operasional distribusi air bersih.
Elon mendorong evaluasi menyeluruh agar pemenuhan air bersih benar-benar menjadi prioritas, bukan sekadar agenda seremonial.
Sysfarras












