CILACAP 6/10/2026– Dugaan kejanggalan administrasi mewarnai penyaluran program Bantuan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) di wilayah Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Dokumen Surat Jalan penyaluran beras di dua desa ditemukan tanpa dibubuhi tanda tangan resmi dari pihak petugas Gudang BULOG Gumilir.
Temuan ini bermula dari pantauan awak media di Kantor Desa Menganti pada Jumat (25/09/2026). Saat itu, pemerintah desa setempat tengah mendistribusikan Bantuan Pangan berupa beras premium kemasan 10 kg. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memboyong total 30 kg beras (3 kantong).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Menganti, Tumirah, mengonfirmasi bahwa pendistribusian beras tersebut berasal dari Gudang BULOG Gumilir Cilacap. Namun, kejanggalan mencuat saat awak media memeriksa dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST). Pada lembar Surat Jalan, kolom tanda tangan petugas gudang BULOG tampak masih kosong. Sementara itu, kolom transporter, pengemudi (driver), serta pihak penerima (pemerintah desa) sudah tertandatangani lengkap beserta stempel resmi.
Tak berhenti di situ, awak media melanjutkan penelusuran ke Desa Karangkandri yang juga tengah melangsungkan pembagian beras bantuan. Karena Kepala Desa Karangkandri tidak berada di tempat, awak media mengonfirmasi ke bagian pelayanan. Hasilnya serupa: dokumen Surat Jalan Bantuan Pangan di Desa Karangkandri juga tidak mengantongi tanda tangan petugas Gudang BULOG.
Mencari kejelasan atas prosedur administrasi tersebut, awak media mendatangi Kantor Gudang BULOG Gumilir Cilacap sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, akses untuk bertemu Kepala Gudang terhalang. Petugas keamanan (satpam) bernama Iqbal berdalih bahwa pimpinan beserta staf sedang mengikuti zoom meeting dengan kantor pusat.
Pukul 17.00 WIB, awak media kembali mendatangi lokasi. Iqbal kembali memberikan jawaban senada bahwa rapat virtual belum usai. Kendati demikian, pantauan langsung di lapangan menunjukkan pemandangan berbeda: beberapa orang tampak santai beristirahat dan merokok di area kantor.
Satu hal yang menyita perhatian, seorang wanita berkerudung yang diduga staf kantor terlihat memberikan kode berupa isyarat menyilangkan kedua tangan kepada petugas keamanan. Gestur mencurigakan tersebut memicu tanda tanya besar: apakah ada hal yang sengaja ditutupi terkait dokumen penyaluran Bantuan Pangan ini?
Red.











