PANGANDARAN2/10/2026 — Langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal terus digulirkan di Kabupaten Pangandaran. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kemitraan UPI 2026, Universitas Pendidikan Indonesia mendorong digitalisasi wisata gastronomi di Desa Wisata Selasari, Kecamatan Parigi, guna mengangkat potensi kuliner dan tradisi lokal ke kancah nasional maupun internasional.
Program yang dipimpin oleh Taufik Abdullah, S.E., MM.Par., Ph.D. ini secara resmi tercatat dalam daftar penerima hibah PkM Kemitraan Strategis UPI 2026. Fokus utamanya adalah mentransformasi kekayaan gastronomi serta narasi budaya lokal Selasari menjadi produk wisata digital yang menarik, inklusif, dan bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Desa Selasari, Udin Tugaswara, A.Md (yang akrab disapa Ugas), menyambut baik dan memberikan apresiasi penuh atas hadirnya kolaborasi multipihak ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Potensi wisata tidak cukup hanya dikenal, tetapi harus mampu dikemas, dipasarkan, dan memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Ugas pada Kamis (01/10/2026). Ia menegaskan bahwa keterlibatan akademisi menjadi angin segar dalam mempercepat kemandirian ekonomi warga desa melalui sektor pariwisata berkelanjutan.
Modal Alam dan Narasi Kuliner Selasari
Desa Wisata Selasari—yang pernah menyabet predikat Top 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021—memang menyimpan modal sosial dan alam yang luar biasa. Selain destinasi petualangan populer seperti Santirah River Tubing, Goa Sutra Reregan, Goa Lanang, dan Pepedan Hills, Selasari memiliki tradisi kuliner dan bahan pangan lokal yang kaya akan nilai historis.
Melalui pendekatan PkM Kemitraan UPI 2026, konsep digitalisasi wisata tidak sekadar berhenti pada promosi media sosial semata. Lebih dari itu, program ini membangun ekosistem storytelling digital—menghubungkan bahan pangan lokal, resep warisan, hingga cara hidup masyarakat setempat menjadi satu kesatuan pengalaman gastronomi yang dapat diakses wisatawan sebelum dan saat berkunjung.
Pemberdayaan Digital Berkelanjutan
Program ini juga melanjutkan kesuksesan edukasi digital sebelumnya di Selasari, di mana para pelaku UMKM dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dilatih memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk produksi konten, fotografi produk, hingga optimasi penjualan melalui marketplace.
Kolaborasi antara UPI, Pemerintah Desa Selasari, pelaku usaha, dan media ini diharapkan dapat mereplikasi model pemberdayaan masyarakat berbasis kemitraan strategis. Dengan menjadikan masyarakat sebagai subjek utama, digitalisasi wisata gastronomi Pangandaran diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat identitas desa, serta menjaga kearifan lokal Selasari agar tetap lestari di era digital.
Sysfarras











