CILACAP 25/9/2016— Perum Perhutani KPH Banyumas Barat memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap untuk mengantisipasi krisis air bersih akibat musim kemarau panjang tahun 2026. Langkah strategis ini dibahas dalam kunjungan kerja Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cilacap ke Kantor Perhutani KPH Banyumas Barat.
Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., bersama Wakil Administratur/KSKPH, Ari Kurniawan. Fokus utama koordinasi berpusat pada penanganan tanggap darurat kekeringan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hutan wilayah kerja KPH Banyumas Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., menegaskan komitmen Perhutani selaku pemangku wilayah untuk berkontribusi aktif membantu warga yang terdampak krisis air.
“Sebagai pemangku wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, kami berupaya hadir dan berbagi dengan masyarakat sekitar yang membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau ini,” ujar Hery.
Sementara itu, pihak BPBD Kabupaten Cilacap menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini. Mengingat fenomena kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung cukup panjang hingga awal musim hujan pada November mendatang, penanganan darurat kekeringan menjadi prioritas utama.
Melalui pertemuan ini, Perhutani KPH Banyumas Barat dan BPBD Kabupaten Cilacap berharap kolaborasi yang terjalin tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi krisis air bersih, tetapi juga membangun sinergi yang berkelanjutan dalam penanggulangan bencana daerah ke depan.
Red.












