Menggebrak Panggung Internasional! Kades Bojong Sekaligus Tokoh Sentral PKMPI dan Paguyuban Kades

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 02:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP 18/9/2026 — Langkah membanggakan sekaligus mengejutkan datang dari Kabupaten Cilacap. Kepala Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Siman, S.Sos, tengah menjadi sorotan publik nasional.

elain memimpin Desa Bojong, ia dikenal sebagai sosok aktif dalam berbagai organisasi strategis; di antaranya menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Kepala Desa Merah Putih Indonesia (PKMPI) Kabupaten Cilacap, serta dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Pemerintahan, Organisasi & Keanggotaan, serta Pemberdayaan Masyarakat & SDM di Paguyuban Kades Purnawirawan TNI-Polri Jawa Tengah.

Kini, sosok pemimpin berdedikasi tinggi ini dikabarkan tengah berada di Yunnan, China, guna mengikuti program prestisius benchmark study (studi tiru) bersama jajaran kepala desa pilihan dan tim Kementerian Desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadirannya di kancah internasional tentu memancing tanda tanya sekaligus rasa penasaran publik. Memasuki hari kelima kegiatan pada Rabu (16/9/2026), agenda utama delegasi Indonesia adalah mengunjungi kawasan kebun teh kuno legendaris di Kecamatan Menghai, Yunnan.

Daya Tarik & Fokus Utama Studi Tiru di China:

Inovasi Agrowisata: Meninjau langsung pengelolaan perkebunan teh bersejarah berkelas dunia di Menghai.

Transformasi Ekonomi Lokal: Mempelajari strategi Tiongkok dalam mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan: Menggali inspirasi dari Yunnan yang terkenal akan harmoni pariwisata, budaya, dan alamnya.

Peningkatan Pelayanan Publik: Menyerap sistem pelayanan masyarakat yang modern namun tetap berbasis kearifan lokal.

Mengapa Yunnan Menjadi Destinasi Pilihan?

Provinsi Yunnan di China bukan sekadar wilayah biasa. Kawasan ini dikenal secara global karena kekayaan budaya etnisnya yang luar biasa, lanskap panorama alam yang memukau, serta keberhasilannya memadukan sektor pariwisata dengan pertumbuhan ekonomi pedesaan. Pengalaman ini diyakini akan memberikan perspektif baru bagi para kepala desa dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang out-of-the-box.

Baca Juga:  Proyek Irigasi Karanggedang: Besi "Kurus" Tetap Dicor Tanpa tanpa lantai kerja dan Pembongkaran

Bukan Sekadar Berwisata, Membawa Pulang Ilmu untuk Kemandirian Desa

Di sela-sela rangkaian kegiatan studi tiru ini, Siman, S.Sos menegaskan bahwa perjalanan ke negeri tirai bambu tersebut memiliki misi yang jauh lebih besar daripada sekadar pelesir atau berwisata.

Pengalaman dan ilmu yang didapatkan di negeri China ini, dari segi pertanian, pariwisata, dan banyak lagi teknologi lainnya — perjalanan ini bukan hanya sekadar berwisata. Melainkan memetik ilmu desa yang maju dan makmur di negara China, bukan untuk kita contoh mentah-mentah, tetapi kita terapkan sebagaimana mestinya agar desa di Kecamatan Kawunganten, lebih khususnya Desa Bojong, dapat lebih maju dalam bidang usaha, pertanian, perikanan, pariwisata, dan masih banyak lagi,” ungkap Siman penuh optimis.

Ia juga berharap, langkah strategis ini mampu membawa perubahan nyata bagi kemandirian desa serta peningkatan taraf hidup masyarakat lokal secara menyeluruh.

“Agar desa itu lebih mandiri dan dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, serta membangun karakter yang disiplin dalam usaha dan kerja agar bisa menghasilkan apa yang dikerjakan sesuai bidang bagi masyarakat,” pungkasnya.

Harapan Besar Warga untuk Desa Bojong & Kawunganten

Sebelum bertolak ke China, keikutsertaan Siman telah melalui proses pembekalan dan pelepasan resmi delegasi luar negeri.

Kini, warga Desa Bojong, jajaran pengurus PKMPI Kabupaten Cilacap, serta Paguyuban Kades Purnawirawan TNI-Polri Jawa Tengah menaruh asa yang tinggi.

Pengalaman, ilmu, dan jejaring internasional yang didapatkan selama di Yunnan diharapkan bisa “dibawa pulang” dan diimplementasikan secara nyata.

Langkah progresif ini diyakini tidak hanya membawa angin segar bagi kemajuan Desa Bojong, tetapi juga menjadi katalisator kebangkitan pembangunan desa-desa di Kecamatan Kawunganten dan wilayah Jawa Tengah pada umumnya.( Sas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Reruntuhan Ruang Guru dan Perpustakaan SDN 3 Batulawang: Bangunan 14 Tahun Ambruk
Berita ini 199 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB